Catatan Human Relationku Ke - 6 bersama Ibu Serepina Human Relation didalam keluarga
Human Relation Didalam Keluarga
Keluarga sebagai suatu lembaga sosial, selalu menghadirkan adanya hubungan atau relasi antar manusia. Hubungan insani yang dikehendaki atau diharapkan dalam kehidupan keluarga itu, ialah relasi dalam bentuk positif. Pada hakekatnya dalam keluarga harus ada relasi insani berdasarkan adanya afeksi atau kasih sayang di antara anggota keluarga.
Pengadaan relasi positif diantara anggota keluarga dapat terjadi apabila hadir faktor-faktor sebagai berikut: Saling mempercayai, saling menghormati dan mengagumi, mempunyai interest yang relative “sama”, mempunyai tujuan dan filsafat hidup yang sama diantara anggota keluarga dan akhirnya secara operasional perlu adanya kooperasi di antara anggota keluarga.
Untuk mengubah sebuah perilaku komunikasi yang terjadi haruslah bersifat terbuka dari dua arah. Masing-masing pihak haruslah ada keterbukaan antara satu dengan yang lain sehingga terjadi saling pengertian diantara keduanya. Menurut Supraktiknya menyatakan bahwa keterbukaan dalam sebuah proses komunikasi antara anak dan orangtua merupakan hal terpenting untuk menciptakan saling pengertian di antara keduanya. Tingkat keterbukaan dalam sebuah proses komunikasi tergantung dari seberapa dekat orangtua terhadap anak sehingga anak merasa aman ketika ia mencurahkan isi hatinya secara menyeluruh kepada orangtua seperti halnya dikatakan oleh Mark and Miller (1994 : 60) bahwa kedekatan antara anak dan kedua orangtua merupakan hal yang mutlak untuk dapat mengetahui apa yang menjadi keinginan dan pengukapan perasaan diri anak secara menyeluruh dalam sebuah proses komunikasi. hal ini menjadikan anak lebih dihargai dan merasa diperhatikan sehingga anak pun akan membuka diri terhadap apa yang dinasehatkan orangtua kepadanya.
